Home / index / Ibadah Diselingi Game Kumpul Sampah di Pasir Putih Parbaba

Ibadah Diselingi Game Kumpul Sampah di Pasir Putih Parbaba

Share This:

GBI dan Kompas Pangururan

GBI dan Kompas Pangururan

PANGURURAN, SAMOSIRGREEN.COM-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pardomuan I, Pangururan dan Komunitas Pecinta Alam Samosir (Kompas) selenggarakan ibadah dan game bernafas lingkungan di Pantai Pasir Putih Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Jumat (1/12/2017).

Ibadah menghadirkan pembicara Pdt Niko Gultom dari Kota Medan. Pendeta ini dalam kotbahnya mengutip nats Mazmur 199 : 9 : “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih. Dengan menjaganya sesuai dengan firmanMu”.

Pdt Niko menyebut, pemuda pemudi yang aktif dalam kegiatan gereja, harus terhindar dari pengaruh lingkungan buruk.

Pengaruh dari kemajuan zaman yang semakin canggih, sangat besar efeknya membawa ke hal-hal yang tak baik.
Apalagi Kabupaten Samosir saat ini menjadi destinasi pariwisata nasional, dimana akses akan semakin bebas.

“Bagaimana cara menghindari itu, ya dari kutipan Mazmur tadi. Kita harus menjaganya dengan Firman Tuhan. Kita terapkan dalam diri kita masing-masing,” tutur Pdt Niko.

Di sela kegiatan ibadah tersebut, Kompas bersama dengan jemaat GBI Pardomuan mengadakan game atau permainan mengumpulkan sampah.

Peserta dibagi menjadi empat tim, dengan masing-masing tim membawa dua karung. Bagi peserta yang berhasil mengumpulkan sampah paling banyak, mereka menjadi pemenang.

Durasi waktu mengumpulkan sampah hanya 15 menit. Dari game tersebut, sampah berhasil dikumpulkan sebanyak delapan karung.

“Kita sengaja mengadakan games ini. Sebagai gerakan dari pemuda pemudi Samosir yang cinta dan peduli terhadap lingkungan,” kata Ketua Kompas, Ricky Sitanggang.

Menurut Ricky, gereja juga mengajarkan untuk mencintai lingkungan sebagai ciptaan Tuhan.

“Ke depannya, kita akan mengadakan kegiatan-kegiatan yang lebih baik lagi, yang bersentuhan dengan alam,” tuturnya.

Di tempat yang sama panitia dari GBI Pardomuan I Pangururan, Jaya Naibaho mengatakan, pihaknya akan tetap bersinergi mengadakan kegiatan-kegiatan ibadah di lingkungan alam terbuka sebagai dari solidaritas dengan alam

“Kesadaran bahwa seluruh ciptaan berharga di mata Tuhan. Membawa kita untuk membangun sikap solidaritas dengan alam. Kita memperlakukan lingkungan hidup sebagai sesama ciptaan yang harus dikasihi, dijaga, dipelihara, dan dipedulikan,” ujarnya.

Jaya mengingatkan, agar siapapun wajib mencintai dan memperlakukan lingkungan hidup dengan sentuhan kasih sebagaimana sikap Tuhan.

“Kita bangun solidaritas baru dengan alam yang telah rusak. Kita capai itu dengan mengadakan kegiatan- kegiatan ibadah di lingkungan alam terbuka diselingi dengan tindakan,” tukas dia.

Guna lebih memeriahkan ibadah tersebut, juga ada game lainnya, seperti lomba balap karung, tebak nama dan bernyanyi. (Sg06)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top