Home / BERITA TAPANULI / 3.575 KK Warga Samosir Terima Bantuan Kemensos

3.575 KK Warga Samosir Terima Bantuan Kemensos

Share This:

Warga saat menunggu giliran menerima bantuan di kantor camat

Warga saat menunggu giliran menerima bantuan di kantor camat

SAMOSIR, SAMOSIRGREEN.COM-Kementerian Sosial melalui UPPKH Kabupaten Samosir menyalurkan dana bansos kepada 3.575 kepala keluarga (KK) peserta program Keluarga Harapan sebesar Rp 6 miliar.

Para penerima bantuan menyebar di sembilan kecamatan yakni Pangururan, Simanindo, Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Sitiotio, Harian, Sianjur Mulamula dan Ronggur Nihuta. Bantuan disalurkan melalui Bank Mandiri.

Menra Naibaho dan James Nainggolan, dua staf Dinas Kessos Samosir membenarkan hal itu saat ditemui di kompleks kantor Camat Simanindo di Ambarita, Selasa (28/11).

“Penyaluran bantuan saat ini memasuki triwulan ke –4 untuk tahun 2017 dengan besaran Rp 390.000 per KK,” kata Menra.

Sedangkan triwulan pertama hingga ketiga telah diterima beberapa waktu lalu sebesar Rp 500.000 per KK dengan jumlah seluruhnya Rp 1.890.000 per KK.

Menra sebut, dana bantuan sejauh ini telah disalurkan di tujuh kecamatan masing-masing Pangururan, Simanindo, Palipi, Sitiotio, Onan Runggu, Nainggolan dan Sianjur Mulamula dan tiga kecamatan lagi menyusul.

Ditambahkan, untuk triwulan satu di Kecamatan Pangururan telah disalurkan kepada 733 KK sebesar Rp 500.000 per KK.  Kemudia  triwulan dua dan tiga dengan nilai yang sama kepada 729 KK.

“Maka total yang disalurkan sebesar Rp 1.890. 000 per KK,” bebernya.

Menurut Menra, bagi penerima bantuan sosial PKH sesuai dengan hasil basis data terpadu (BDT) dari pusat.

“Kalaupun ada sedikit kesalahpahaman di daerah bukan lah kesalahan di daeerah. Makanya kita terus usulkan itu ke pusat agar pendataan dilakukan melalui desa, kecamatan hingga ke pusat,” jelas Menra.

Sejumlah warga Samosir kemudian mengharapkan agar pendataan program Keluarga Harapan tahun depan, benar- benar sesuai kebutuhan.

Kesungguhan pihak terkait untuk pendataan ril di desa, sangat diperlukan agar program pemerintah yang sangat membantu kalangan kurang mampu tepat sasaran.

“Jangan mendapat bantuan dana yang kondisi ekonominya masih di tingkat kelayakan. Karena ada warga lain yang sangat membutuhkannya,” ujar seorang warga. (Sg05).

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top