Home / index / LPG 3 Kg Tinggalkan Tabung Kosong

LPG 3 Kg Tinggalkan Tabung Kosong

Share This:

DOLOK SANGGUL, SAMOSIRGREEN. com – Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kg semakin lama meninggalkan tabung kosong di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Akibatnya, masyarakat kian resah dan meminta Pemkab tidak diam.

Sebagian besar pangkalan dan agen LPG di daerah ini, tidak lagi memiliki tabung berisi sebagai stok. Hal itu diduga adanya yang melakukan penimbunan. Karenanya masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbahas segera turun dalam mengatasi kelangkaan elpiji tersebut.

“Mau sampai kapan LPG ukuran 3 kilogram ini langka, Pemkab harusnya tidak hanya tinggal diam atau tutup mata,” kata Roida Simamora (37) saat mencari LPG di kawasan SPBU Dolok Sanggul, Selasa (7/11/2017).

Menurutnya, akibat kelangkaan gas LPG 3 kilogram tersebut pihaknya kesulitan memasak sehari-harinya.

Selain Roida, Rosida Simanullang (41) warga lain pun mengeluhkan hal yang sama. Bahkan dia mengaku kalau dirinya sudah berkeliling di dua Kecamatan didaerah itu untuk mencari LPG subsidi tersebut. Menurutnya, kalaupun ada harganya sudah melambung yakni Rp 28 ribu per tabung.

“Kalau di tingkat pangkalan, sudah beberapa hari ini kosong, kalau pun ada pada kios pengecer tertentu, dalam setiap tabung dijual seharga Rp 28 ribu,”ucapnya.

Rosida dan Roida mengaku kuatir jika tidak segera diambil langkah tegas, kelangkaan gas akan terus berlanjut.

“Kami bingung mau memasak kalau gas elpiji langka dan keluarga di kecamatan lain juga merasakan hal yang sama yaitu tabung gas 3 kilogram sulit didapat,” terangnya.

Kedua ibu rumah tangga itu berharap secepatnya Pemkab Humbahas melalui dinas terkait mengatasi kelangkaan gas elpiji tersebut dan jangan diam saja.

Sementara, salah satu pangkalan gas LPG di Jalan Siliwangi terpantau dalam keadaan kosong. Beberapa warga mendatangi pangkalan tersebut, namun tak berhasil mendapatkan gas LPG itu.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Humbahas Ratna Marbun saat dikonfirmasi wartawan di kantornya terkait kelangkaan gas LPG itu tidak berada di tempat.

Namun demikian salah seorang pegawainya mengungkapkan bahwa kelangkaan itu dipicu seiring dengan adanya rencana konfersi elpiji 3 kilogram ke bright ukuran 5,5 kilogram. Selain itu, katanya sekarang permintaan LPG 3 kilogram terus meningkat.

“Kelangkaan ini bukan semata mata hanya disebabkan terhambatnya pasokan dari Pertamina seiring rencana konfersi 3 kilogram ke bright ukuran 5,5 kilogram, namun karena tidak seimbangnya antara kebutuhan dengan jumlah pasokan, dimana belakangan ini permintaan meningkat,” katanya.

Meski demikian lanjutnya, pihaknya dalam waktu segera akan menyurati pihak Pertamina bermohon dan meminta mengatasai kelangkaan itu.

Menaggapi hal ini, Anggota DPRD Humbahas Bukka Lumbantoruan saat dimintai tanggapannya mengungkapkan agar pengawasan distribusi LPG itu lebih ditingkatkan.

“Sebagai upaya mencegah kelangkaan, pengawasan terhadap distribusi LPG ini diharapkan lebih ditingkatkan lagi. Pengawasan pendistribusian ini juga dimaksudkan sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga yang melampaui harga eceran tertinggi (HET),” ujar Bukka.

Menurut legislator muda ini, yang menjadi penyebab kelangkaan ini karena kurang seriusnya pemerintah melakukan pengawasan dalam pendistribusian.

“Artinya dalam pendistribusian harus dipantau. Kemudian jangan segan segan untuk menindak agen agen nakal yang mencoba bermain. Kuncinya pengawasan diperketat sesuai aturan yang ada, yakinlah jika pengawasan maksimal maka kenaikan harga jual tidak akan menimbulkan keresahan bagi warga,”tandasnya.(smartnewstapanuli.com)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top