Home / BERITA TAPANULI / Apakah Anda Seroang Motivator Atau Provokator ?

Apakah Anda Seroang Motivator Atau Provokator ?

Share This:

Fernando SitanggangOleh: Fernando Sitanggang

SAMOSIRGREEN.com – Ditengah-tengah kita sebagai masyarakat, ada yang diberikan talenta sebagai orator ulung. Sebagian ada juga yang memilih menjadi motivator tapi tidak jarang juga kita temui yang menjadi provokator.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Motivator adalah orang (perangsang) yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu; pendorong; penggerak.

Kalau boleh saya menambahkan, Motivator artinya menggerakkan dan menginspirasi pendengarnya untuk melakukan hal-hal yang positif.

Sebaliknya, Provokator adalah orang yang menghasut pendengarnya untuk melakukan tindakan-tindakan yang merusak dan mebangkitkan amarah orang lain.

Bila kita perhatikan, ketika berlangsung demonstrasi, polisi tidak jarang sering menangkap dan mengamankan orang yang diduga sebagai provokator kericuhan.

Ketika Paulus memberitakan Injil di Ikonium, Listra, Filipi, Tesalonika, dan Berea, ada kelompok yang menentang pelayanannya sehingga terjadi keributan.

“Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, mereka pun datang ke sana untuk menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak.” (Kisah Para Rasul 17:13)

Orang Yahudi, yang tidak suka mereka memberitakan Injil, menghasut orang untuk menentang mereka dan melakukan tindakan anarkis. Lalu di Listra, Paulus dilempari batu sampai dikira mati.

Kemudian di Filipi, Paulus dan Silas berkali-kali didera lalu dimasukkan ke penjara. Saat berada di Berea, semula pelayanan Paulus berjalan lancar. Banyak orang Yahudi yang menjadi percaya. Namun, saat orang Yahudi dari Tesalonika datang dan menghasut mereka, orang menjadi gelisah.

Dari cerita Paulus yang sering menjadi korban sang provokator, gimana dengan kita?

Bila kita diberikan kemampuan yang pandai berbicara dan meyakinkan orang lain, harusnya lah kemampuan itu kita pakai untuk memotivasi orang melakukan kebaikan, atau sebaliknya memengaruhi mereka melakukan kejahatan?

Pada Kolose 4:6 berkata, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.”

Ketika kita melihat sejarah Abraham Lincon sang Presiden Amerika ke-16, dia berhasil memotivasi seseorang yang selama hidupnya selalu memburukannya dengan kebencian yang luar biasa, berbalik menjadi seseorang yang paling dekat dihidupnya sampai Abraham Lincon mati terbunuh. Abraham Lincon menjadi berkat bagi banyak orang entah itu kawan atau lawannya.

Karenanya, kita harus selalulah mampu memperkatakan hal-hal yang membangun iman, karena perkataan memiliki daya pengaruh yang kuat. Setiap Talenta yang diberikan kepadanya kita, hendaklah kita gunakan untuk memperkuat orang sekeliling kita untuk dapat lebih maju dan berguna untuk lingkungan yang lebih luas.

(Sg14)

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top