Home / BERITA TAPANULI / Komunitas Samosir Green Akan Lakukan Wisata Rohani ke Salib Kasih

Komunitas Samosir Green Akan Lakukan Wisata Rohani ke Salib Kasih

Share This:

Indahnya Salib Kasih Diterpa Pelangi

Indahnya Salib Kasih Diterpa Pelangi

PANGURURAN,SAMOSIRGREEN.com – Komunitas Samosir Green bersama managemen dan crew Samosir Green Media akan melakukan perjalanan wisata rohani ke Objek Wisata Salib Kasih di Pangururan, Tapanuli Utara pada Sabtu, (18/2/2017).

Komunitas Samosir Green yang merupakan warga sekitar Desa Pardugul yang tergabung dalam STM.Buttu Pangaloan-Lumban Sinurat ini melakukan wisata rohani sekaligus Partamiangan Bona Taon 2017.

Hal itu dibenarkan oleh Koordinator Kegiatan Wisata Rohani ke Salib Kasih, Edi Kancil Sinurat.

“Kegiatan wisata rohani Samosir Green ke Salib Kasih ini adalah kegiatan partamiangan bonataon sebagai ucapan terimakasih kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kesehatan dan berkat melimpah kepada komunitas kami ini,” ujar Edi Sinurat.

Menurutnya, pemilihan tempat Salib Kasih adalah karena selama ini umat Kristiani sudah menganggap tempat tersebut seperti Yerusalem ditanah batak. “Sebelum dapat ke Yerusalem, Salib Kasih sudah kami anggap seperti Yerusalem di Tanah Batak,” tambahnya.

Menurut Wikipedia, Salib Kasih, Siatas Barita adalah sebuah tempat wisata rohani yang dibuat untuk mengenang jasa missionaris agama Kristen yang berasal dari Jerman DR.Ingwer Ludwig Nommensen (hampir dibunuh di sana karena menyebarkan agama Kristen) sebelum memulai missinya di tanah Batak, dan merupakan tempat DR.IL Nommensen untuk memandang ke arah Rura Silindung dibawahnya.

Salib Kasih ini terletak di Dolok (Bukit) Siatas Barita, Kabupaten Tapanui Utara, Sumatera Utara.

Sementara itu, Pendiri Samosir Green Media Fernando Sitanggang ketika dikonfirmasi, mengakui kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dari Komunitas Samosir Green.

“Ini merupakan kegiatan tahunan yang kita lakukan bersama. Adapun pembiayaan kegiatan ini dibiayai sendiri oleh komunitas yang ikut dengan spontanitas bersama,” ujar Fernando Sitanggang.

Selain ke Salib Kasih, Komunitas Samosir Green juga berencana akan menyempatkan diri menyinggahi Makam Samuel Munson dan Henry Lyman, dua orang misionaris yang mengunjungi tanah batak pada tahun 1834 dan tewas karena kesalahpahaman dengan masyarakat batak di Rura Silindung ketika itu. (Sg14)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top