Home / index / JR Saragih Sebaiknya Jelaskan Proyek Bermasalah dan Kondisi Keuangan

JR Saragih Sebaiknya Jelaskan Proyek Bermasalah dan Kondisi Keuangan

Share This:

Simalungun, SAMOSIRGREEN. com -Upaya Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih mendorong perbaikan dan peningkatan pelayanan publik lewat kunjungannya ke lapangan (masyarakat) wajar dan pantas diapresiasi. Namun, hal itu bukan hal yang baru. Karena itu bagian dari tanggungjawabnya sebagai Bupati dalam rangka mewujudkan visi-misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2017. Hal itu disampaikan Devisi Monitoring Hukum dan Kebijakan Publik dari Center for Research of Public Budgeting (Cerpub), Sanjay Tampubolon, Jumat (10/2/2017).

Menurut Sanjay, sektor peningkatan pelayanan publik di tengah masyarakat harus sejalan dengan pengelolaan keuangan daerah. Sebab, tanpa keuangan yang cukup, mustahil pelayanan yang baik dan berkuwalitas dapat diwujudkan.

Pengelolaan keuangan Pemkab Simalungun dalam lima tahun terakhir hingga 2016 sambung Sanjay, terdapat sejumlah program kegiatan yang anggarannya tidak ditampung di APBD. Padahal, dalam pembahasan KUA-PPAS hingga RAPBD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan bangganya menjelaskan rencana kerja meski hasilnya jauh dari yang diharapkan.

Pembangunan Proyek Rumah Dinas Bupati Simalungun Anggaran Rp. 8,4 Miliar “Terkatung-Katung”

Foto : Kondisi fisik pembangunan Rumdis Bupati Simalungun

 

Sebagai contoh dalam P-APBD TA 2016, sebanyak  Rp 86 miliar ditampung anggaran hutang proyek 2014 dan 2015. Kondisi tersebut membuktikan ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaan keuangan yang daerah yang semestinya disikapi serius oleh Bupati JR Saragih.

Salah satu kasus proyek bermasalah yang dipertontonkan Bupati JR Saragih, pembangunan Rumah Dinas Bupati yang anggarannya Rp 8,7 miliar ditampung di P-APBD TA 2016 yang pekerjaannya mendahului pengesahan P-APBD 2016 hingga saat ini tak kunjung rampung. “Proyek ini semestinya dijelaskan oleh JR Saragih, Itu (rumdis) kan bakal dia tempati apalagi sudah didoakan Ephorus GKPS. Mengapa tak kunjung rampung,” ujar Sanjay.

Foto : Peletakan batu pertama pembanguna Rumdis Bupati Simalungun, Senin 29 Agustus 2016. (Foto dok siantarnews.com)

Penjelasan itu ujar dia amat penting dilakukan sebagai bagian dari akuntabilitas. Jika tidak, kunjungan kerja ke lapangan yang akhir-akhir ini gencar dilakukan akan dianggap masyarakat hanya safari politik dalam rangka menuju Sumut Baru.

Bicara soal penggelolaan keuangan Pemkab Simalunghun, untuk tahun 2015 saja misalnya, total rencana pendapat dianggarkan sebesar Rp 2,1 triliun, realisasi Rp 1,9 Triliun atau (88,99%). Dari Rp1,9 triliun, PAD hanya Rp. 111 miliar dari yang disepakati sebesar Rp 166 miliar, atau hanya (67,15%). Sedangkan untuk belanja, Pemkab Simalungun dinilai terkesan boros. Dari pendapatan Rp 1,9 triliun, dibelanjakan sebanyak Rp 1,8 triliun.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Dinas Bupati pada Senin (29/8/2016) silam mengatakan, sejak dirinya menjadi Bupati di bulan Oktober 2010, hingga saat ini masih bertempat tinggal di mess Pemkab Simalungun di Pamatang Raya. “Selama ini saya tinggal di mess, dan rumah ini dibangun oleh Pemkab Simalungun bukan untuk kepentingan saya, dan bukan rumah pribadi saya, tapi rumah masyarakat Simalungun,”tandasnya ( siantarnews. com )

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

'
Scroll To Top