Home / index / Andaliman Semakin “Menggetarkan Lidah”

Andaliman Semakin “Menggetarkan Lidah”

Share This:

 Doloksanggul, SAMOSIRGREEN. com –Harga Andaliman Rp 300.000 per kilogram semakin “menggetarkan lidah”. Mahalnya harga merica batak (andaliman) tersebut belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun rempah ini diyakini sudah diburu oleh beberapa industri makanan sebagai zat anti oksidan untuk menangkal zat radikal bebas.
Harga berlaku andaliman di pasar tradisional Doloksanggul Kabupaten Humbahas Jumat (21/10) mencapai Rp 300.000 per kilogram. Kepala Dinas Perindagkop melalui staf Perindagkop R Siregar kepada wartawan melalui telepon selulernya mengatakan, harga andaliman itu sudah berlangsung selama tiga pekan terahir. “Tingginya harga andaliman dipengaruhi oleh permintaan yang besar,” katanya.

Camat Pollung Sumitro Banjarnahor membenarkan petani andaliman di Desa Ria Ria menjual andaliman Rp 300.000 per kg selama beberapa pekan terakhir ini. Hasil andaliman milik petani dijual kepada penampung lalu dijual kembali ke Pasar Doloksanggul.

Ditanya tentang luas produksi andaliman, Sumitro menjelaskan, bahwa tanaman jenis bumbu andaliman belum dikembangkan dengan luas. Para petani masih menempatkan tanaman andaliman sebagai tanaman sampingan alias bukan mata pencaharian utama.”Bahkan, tanaman andaliman belum diusahai dengan benar, kerap dipergunakan hanya untuk kebutuhan bumbu masak yang dikomsumsi oleh keluarga, sisanya dijual ke pekan,” ujarnya.

Seorang pengusaha rumah makan khas Batak di Doloksanggul M Simanjuntak mengakui bahwa harga andaliman sedang melambung tinggi. Padahal lima pekan lalu baru sekira Rp 45.000 – Rp 60.000 per kilogram. Dengan harga saat ini, tentu akan berdampak kepada biaya rempah yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan rumah makannya.

Ibu Togi, pengusaha rumah makan Tip Top itu, menambahkan, kendati harga andaliman naik drastis, bukan serta-merta harga nasi per porsi juga turut dinaikkan. “Kalau harga dinaikkan, akan memengaruhi penjualan, sebaliknya bila porsi bumbu andaliman yang dikurangi pada saat memasak, jelas akan memengaruhi kualitas citarasa,” katanya. ( medanbisnis. com )

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top